Daftar modul

Modul 03 / Pelajaran 01

Dasar Keselamatan Kerja

24 menit Modul hal. 4751

Apa itu kecelakaan kerja

Kecelakaan kerja (労働災害・rōdō saigai) adalah cedera, penyakit, atau kematian yang terjadi akibat pekerjaan atau lingkungan kerja. Di industri makanan dan minuman, kecelakaan paling banyak terjadi karena mesin, pisau, lantai licin, benda panas, dan pengangkatan beban.

Kecelakaan bukan takdir atau kesialan. Hampir semua kecelakaan memiliki penyebab yang dapat ditemukan dan dihilangkan sebelum terjadi.

Jenis kecelakaan yang sering terjadi

JepangJenisContoh di pabrik makanan
はさまれ・巻き込まれTerjepit dan terseretTangan masuk ke conveyor, mixer, mesin pemotong, atau roller
切れ・こすれTerpotong dan tergoresPisau, mata pemotong, tepi kaleng, pelat logam
転倒Tergelincir dan tersandungLantai berair, berminyak, kabel dan selang melintang
墜落・転落Jatuh dari ketinggianTangga, panggung, bak, mobil bak
飛来・落下Benda terbang dan jatuhTumpukan barang jatuh, benda dari rak tinggi
激突TerbenturMenabrak alat, pintu, atau forklift
高温・低温物との接触Kontak benda panas dan dinginUap, minyak panas, air panas, ruang beku, es kering
感電Tersengat listrikKabel rusak, alat listrik di tempat basah
有害物との接触Kontak bahan berbahayaDeterjen, disinfektan, gas amonia, kekurangan oksigen
腰痛・動作の反動Sakit pinggang dan gerakan salahMengangkat beban berat, gerakan berulang, postur buruk

Tiga kelompok penyebab

Pencegahan harus memperbaiki ketiganya. Menyalahkan pekerja saja tidak menghilangkan penyebabnya dan kecelakaan yang sama akan terulang.

  • Kondisi tidak aman (不安全な状態) — mesin tanpa pelindung, lantai licin, pencahayaan kurang, alat rusak, penumpukan barang.
  • Tindakan tidak aman (不安全な行動) — melewati prosedur, melepas pelindung, tidak memakai APD, mengambil jalan pintas, bekerja sambil bergurau.
  • Pengelolaan yang kurang (管理の不備) — pelatihan kurang, prosedur tidak jelas, pemeriksaan tidak dilakukan, beban kerja berlebih.

Prinsip dasar pencegahan

  1. 1Hilangkan bahaya bila mungkin: ganti alat, ubah proses, atau pisahkan pekerja dari sumber bahaya.
  2. 2Pasang pelindung, sensor, dan penutup; jangan pernah menonaktifkannya.
  3. 3Tetapkan prosedur kerja aman dan latih semua pekerja.
  4. 4Gunakan alat pelindung diri sebagai lapis terakhir, bukan sebagai pengganti pengendalian lain.
  5. 5Jaga area kerja rapi, kering, terang, dan bebas halangan.
  6. 6Lakukan pemeriksaan sebelum kerja dan laporkan kelainan sebelum bekerja.

Jangan pernah melepas atau mengakali penutup pelindung dan sensor pengaman mesin, walaupun pekerjaan terasa lebih cepat. Inilah penyebab paling umum tangan terjepit dan teramputasi.

Istilah penting

rōdō saigai — kecelakaan kerja

fuanzen na kōdō — tindakan tidak aman

fuanzen na jōtai — kondisi tidak aman

anzen sōchi — alat pengaman

tenken — pemeriksaan