Daftar modul

Modul 02 / Pelajaran 01

Higiene Pangan & Keracunan Pangan

28 menit Modul hal. 913

Apa itu higiene pangan

Higiene pangan (食品衛生・shokuhin eisei) adalah seluruh upaya menjaga agar pangan tetap aman sejak bahan diterima sampai produk dimakan konsumen. Upaya itu mencakup kebersihan orang, alat, fasilitas, air, bahan, proses, penyimpanan, dan pengiriman.

Keracunan pangan (食中毒・shokuchūdoku) adalah gangguan kesehatan yang timbul setelah memakan pangan yang mengandung mikroorganisme berbahaya, racun, parasit, atau bahan kimia. Gejala umumnya sakit perut, mual, muntah, diare, demam, dan pusing; pada anak, orang lanjut usia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan lemah dapat berakibat fatal.

Tiga prinsip pencegahan keracunan pangan

  1. 1つけない (tsukenai) — jangan menempelkan: cegah mikroorganisme masuk ke pangan. Cuci tangan, pisahkan bahan mentah dan produk matang, gunakan alat dan talenan terpisah, jangan biarkan pangan terbuka.
  2. 2増やさない (fuyasanai) — jangan memperbanyak: kendalikan suhu dan waktu. Simpan dingin di bawah 10°C, beku di bawah −15°C, dan jangan biarkan pangan lama pada suhu ruang.
  3. 3やっつける (yattsukeru) — musnahkan: panaskan sampai suhu pusat yang ditentukan, umumnya 75°C selama 1 menit atau lebih, dan untuk norovirus 85–90°C selama 90 detik atau lebih.

Kondisi yang dibutuhkan mikroorganisme

  • Nutrisi (栄養) — pangan itu sendiri adalah makanan bagi bakteri.
  • Air (水分) — bakteri sulit berkembang pada pangan yang sangat kering, asin, atau bergula tinggi.
  • Suhu (温度) — banyak bakteri berkembang paling cepat sekitar 30–40°C; daerah 10–60°C adalah daerah bahaya.
  • Waktu (時間) — satu bakteri dapat membelah dua setiap 10–20 menit, sehingga beberapa jam sudah cukup mencapai jumlah berbahaya.
  • Beberapa bakteri memerlukan oksigen (aerob), sebagian tumbuh tanpa oksigen (anaerob) seperti Clostridium.

Penyebab keracunan pangan menurut kelompok

  • Bakteri (細菌) — Salmonella, Campylobacter, E. coli penghasil verotoksin, Vibrio parahaemolyticus, Staphylococcus aureus, Clostridium perfringens, Bacillus cereus, Clostridium botulinum.
  • Virus (ウイルス) — terutama norovirus, juga virus hepatitis A dan sapovirus.
  • Parasit (寄生虫) — Anisakis pada ikan laut, Kudoa pada ikan halibut, Sarcocystis pada daging kuda, cacing pada daging babi dan sayur.
  • Racun alami (自然毒) — racun ikan buntal (fugu), kerang beracun, jamur beracun, kentang bertunas, singkong mentah, tanaman liar yang salah kenal.
  • Bahan kimia (化学物質) — deterjen dan disinfektan, pestisida, minyak mesin, logam berat, histamin pada ikan yang tidak segar.

Bakteri dan virus penting beserta pencegahannya

PenyebabSumber utamaGejala khasPencegahan
Salmonella (サルモネラ属菌)Telur, daging ayam dan sapi, hewan, reptilDemam tinggi, diare, sakit perutPemanasan menyeluruh, simpan telur dingin, cegah kontaminasi silang
Campylobacter (カンピロバクター)Daging ayam mentah, air tidak diolahDiare, demam, sakit kepala; dapat memicu kelumpuhan sarafPanaskan ayam sampai matang, pisahkan alat, cuci tangan
E. coli O157 (腸管出血性大腸菌)Daging giling, sayur mentah, air terkontaminasiDiare berdarah, dapat menyebabkan gagal ginjalPemanasan pusat 75°C 1 menit, cuci sayur, hindari kontaminasi silang
Vibrio parahaemolyticus (腸炎ビブリオ)Ikan dan kerang laut mentahSakit perut hebat, diareCuci dengan air mengalir, jaga suhu rendah, jangan lama di suhu ruang
Staphylococcus aureus (黄色ブドウ球菌)Tangan, luka bernanah, hidung, tenggorokanMual dan muntah cepat, 1–5 jamTutup luka, jangan menangani pangan bila tangan luka; racunnya tahan panas
Clostridium perfringens (ウェルシュ菌)Masakan dalam jumlah besar seperti kari dan supSakit perut, diareDinginkan cepat, jangan biarkan semalam pada suhu ruang, panaskan sambil diaduk
Bacillus cereus (セレウス菌)Nasi, mi, pasta yang disimpan lamaTipe muntah dan tipe diareJangan simpan nasi/mi lama pada suhu ruang; dinginkan cepat
Clostridium botulinum (ボツリヌス菌)Makanan kaleng, kemasan vakum, madu untuk bayiGangguan penglihatan, sulit menelan, kelumpuhanSterilisasi sesuai standar, jangan beri madu pada bayi di bawah 1 tahun
Norovirus (ノロウイルス)Kerang dua kelang, tangan pekerja, muntahan, tinjaMuntah hebat, diare, demam ringanCuci tangan, panaskan 85–90°C 90 detik, disinfeksi dengan natrium hipoklorit

Penanganan muntahan dan pekerja yang sakit

  1. 1Laporkan segera gejala diare, muntah, demam, atau luka bernanah kepada penanggung jawab dan jangan memasuki area produksi.
  2. 2Muntahan dan tinja ditangani oleh petugas yang ditunjuk dengan sarung tangan, masker, dan pakaian sekali pakai.
  3. 3Tutup dan serap muntahan dengan kertas, buang ke kantong tertutup, lalu disinfeksi area dengan larutan natrium hipoklorit sesuai konsentrasi yang ditetapkan.
  4. 4Alkohol kurang efektif terhadap norovirus; gunakan natrium hipoklorit atau pemanasan.
  5. 5Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah semua alat pelindung dilepas.

Pekerja yang membawa norovirus dapat tidak bergejala namun tetap menularkan. Karena itu cuci tangan yang benar setelah dari toilet adalah pertahanan paling penting.

Istilah penting

shokuhin eisei — higiene pangan

shokuchūdoku — keracunan pangan

saikin — bakteri

uirusu — virus

kiseichū — parasit

chūshin ondo — suhu pusat bahan

niji osen — kontaminasi silang